
Meski BMKG memprediksi fenomena La Niña akan melemah dan memasuki fase Netral pada Maret 2026, curah hujan justru sedang berada di puncaknya. Banjir melanda, dan langit mendung seolah tak mau beranjak.
Banyak yang bertanya: "Kalau La Niña melemah, bukannya hujan harusnya berkurang?" Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Berikut adalah penjelasan di balik fenomena cuaca yang kita alami saat ini.
1. Apa Itu Fase Netral/Normal?
Fase Netral bukan berarti "tidak ada hujan". Dalam siklus ENSO (El Niño-Southern Oscillation), fase netral terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik berada pada kondisi rata-rata. Namun, bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan di khatulistiwa, kondisi "normal" memang berarti curah hujan yang tinggi, terutama karena suhu perairan di sekitar Indonesia sendiri masih sangat hangat.
2. Mengapa Curah Hujan Justru Ekstrem Sekarang?
Ada beberapa faktor "keroyokan" yang menyebabkan banjir di mana-mana saat ini:
3. Dampak di Jakarta: Lebih dari Sekadar Hujan
Di Jakarta, masalahnya menjadi berlapis. Selain curah hujan lokal yang tinggi, kita menghadapi fenomena Banjir Kiriman dan Rob:
4. Apa yang Harus Kita Siapkan Menuju Maret 2026?
BMKG mengingatkan bahwa fase transisi (melemahnya La Niña menuju Netral) sering kali diikuti dengan cuaca ekstrem jangka pendek seperti puting beliung, hujan es, dan hujan lebat berdurasi singkat namun mematikan.
Fase "Normal" bukan berarti kita bisa menurunkan kewaspadaan. Justru, pembersihan saluran air, pemangkasan pohon tua, dan pengecekan pompa air di wilayah rawan banjir harus dilakukan lebih intensif sekarang.
Back To List